Bagikian Artikel ini

Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Apakah Einstein Seorang Muslim Syi’ah? Berikut Penjelasannya



Albert Einstein yang kita kenal sebagai ilmuwan jenius penemu teori relatifitas yang bahkan kecerdasannya melebihi Newton adalah seorang Yahudi ternyata menurut kabar terakhir adalah seorang muslim syi’ah.
Kantor berita Iran IRIB (24/9) baru-baru ini melansir sebuah berita yang menyatakan bahwa ilmuwan Albert Einstein adalah seorang penganut Syiah. Irib mengutip sebuah surat rahasia Albert Einstein, ilmuan Jerman penemu teori relatifitas itu, yang menunjukkan bahwa dirinya adalah penganut madzhab Islam tersebut.
Berdasarkan laporan situs Mouood.org, Einstein pada tahun 1954 dalam suratnya kepada Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, marji besar Syiah kala itu, menyatakan, “Setelah 40 kali menjalin kontak surat-menyurat dengan Anda (Ayatollah Boroujerdi), kini saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam”.
Einstein dalam suratnya itu menjelaskan bahwa Islam lebih utama ketimbang seluruh agama-agama lain dan menyebutnya sebagai agama yang paling sempurna dan rasional. Ditegaskannya, “Jika seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa terhadap keyakinan suci ini, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walau hanya dengan membersitkan setitik keraguan kepada saya”.
Einstein dalam makalah terakhirnya bertajuk Die Erklarung (Deklarasi) yang ditulis pada tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman menelaah teori relatifitas lewat ayat-ayat Al-Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib as dalam kitab Nahjul Balaghah.
Dalam makalahnya itu, Einstein menyebut penjelasan Imam Ali as tentang perjalanan miraj jasmani Rasulullah ke langit dan alam malakut yang hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan Imam Ali as yang paling bernilai.

sumber : http://www.divineperformance.com/apakah-einstein-seorang-muslim-syiah-berikut-penjelasannya/#

Kamis, 13 Januari 2011

Wikileaks : Iran Dapat Hancurkan Israel Dalam 10 Menit

Meski Iran ancaman bagi Israel, dalam kawat tersebut diungkapkan Ashkenazi lebih khawatir dengan kekuatan Hamas yang mengendalikan Gaza dan perbatasan barat Israel. Dia juga cemas dengan kekuatan Hezbollah di Lebanon. Menurut Ashkenazi Hezbollah punya 40 ribu roket. "Sedangkan Hamas kemungkinan juga mampu membombardir Tel Aviv, kota terpadat Israel," kata Ashkenazi.

Situs WikiLeaks terus mengeluarkan kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat. Jika dokumen Wikileaks tersebut bisa di percaya, maka baru-baru ini Wikileaks mengungkap, pemerintah Iran memiliki misil yang bisa menghancurkan Israel hanya dalam rentang waktu 10 hingga 12 menit. Sebagaimana dikutip oleh situs Haarezt.

Dalam kawat diplomatik yang dikirim Kedutaan AS di Tel Aviv ke Washington tersebut, Kepala Staf Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi mengatakan kemampuan Iran itu di hadapan delegasi anggota kongres AS yang dipimpin Ike Skelton pada November 2009. Menurut Ashkenazi pemerintah Iran memiliki 300 misil yang bisa menyerang Israel dalam waktu 12 menit.

Meski Iran ancaman bagi Israel, dalam kawat tersebut diungkapkan Ashkenazi lebih khawatir dengan kekuatan Hamas yang mengendalikan Gaza dan perbatasan barat Israel. Dia juga cemas dengan kekuatan Hezbollah di Lebanon. Menurut Ashkenazi Hezbollah punya 40 ribu roket. "Sedangkan Hamas kemungkinan juga mampu membombardir Tel Aviv, kota terpadat Israel," kata Ashkenazi.

Untuk mengantisipasi serangan Hamas dan Hezbolla, Ashkenazi mengungkapkan telah mempersiapkan diri. Bahkan untuk perang skala besar sekali pun. "Serangan-serangan roket itu merupakan ancaman serius bagi kami, karena itu kami menyiapkan diri, termasuk menyiapkan roket-roket untuk pertahanan," kata dia.


Sumber : http://speechmagazine.blogspot.com/2011/01/wikileaks-iran-mampu-hancurkan-israel.html

Rabu, 12 Januari 2011

Syiar Islam di JEPANG



Bagaimana Islam Masuk ke Jepang? 

Menurut sumber dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Islam mulai masuk kali pertama pada abad ke sembilan belas. Setelah era pengasingan diri Jepang dari dunia berakhir, sejumlah literatur mengenai Islam pun masuk ke Jepang. Kemudian pada 1890, peristiwa yang mempertemukan Jepang dan Islam pun terjadi, melalui sebuah kasus yang terkenal dengan nama “Peristiwa Kapal Ertogrul”. Peristiwa karamnya kapal Turki di perairan Jepang ini memakan korban besar, hingga dari 600 orang penumpang, hanya 69 yang selamat. 

Pemerintah bersama rakyat Jepang pun menolong para korban kecelakaan ini. Hasilnya baik, antara Jepang dan Turki pun terjalin hubungan kerjasama yang baik. Hal ini pun memunculkan pergerakan bagi perkembangan Islam di Jepang. Dan pada awal abad ke 20, sudah ada beberapa rombongan umat Muslim di Jepang yang pergi melaksanakan haji. 

Pada masa Perang Dunia 2, sebagai akibat kebijakan Jepang melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara (termasuk Indonesia), timbul kebutuhan untuk mengkaji Islam di Jepang. Walau demikian, kajian yang dilakukan tidak berkembang baik karena pemerintahan militer menganggap Islam dengan Tuhan yang Esa, bertentangan dengan kepercayaan tradisional di Jepang yang menyembah banyak dewa. 

Setelah Perang Dunia 2, hubungan Jepang dengan negara Islam semakin baik, terutama pada bidang perdagangan dan pendidikan. Jepang mulai membuka program beasiswa, yang diambil oleh pelajar Muslim di negara-negara berkembang. Selain itu, Jepang menjalin hubungan perdagangan dengan negara Timur Tengah dan Indonesia, yang memiliki penduduk beragama Islam cukup besar. 

Tidak diketahui berapa banyak jumlah orang Islam di Jepang. Selain penduduk lokal, Islam juga dianut oleh para imigran dari Afrika dan Timur Tengah yang menetap di Jepang, juga oleh sebagian pelajar yang melakukan studi di Jepang. Hitungan kasar menyebutkan angka bervariasi, dari 7.000 sampai 25.000 orang. Tidak diperoleh data yang pasti, juga karena sikap pemerintah Jepang sendiri yang tidak begitu memperhatikan masalah agama. 

Mesjid di Jepang 

Seperti apakah islam di Jepang pada masa kini? Banyak orang Jepang yang tidak tahu apa Islam, apa itu masjid, sekalipun Islam telah masuk ke Jepang sejak tahun 1877. Barangkali karena ketidaktertarikan orang Jepang terhadap agama. 

Dalam artikelnya di Harvard Asia Quarterly, Michael Penn mensinyalir bahwa banyak orang yang pasti berkesimpulan tidak ada hubungan antara orang Jepang dan Islam, karena di satu pihak Islam mempercayai monoteisme, sedangkan Jepang lebih kental polyteisme atau bahkan animismenya. Tapi sebenarnya banyak peninggalan bersejarah yang menunjukkan bahwa Jepang punya hubungan yang erat dengan Islam. Banyak peneliti studi Islam di beberapa universitas Jepang telah berhasil membuka fenomena ini. 

tempat-tempat ibadah bagi orang Jepang bukanlah tempat ibadah, tapi lebih merupakan tempat wisata. Demikian pula dengan masjid di Jepang. 

Terdapat 10 masjid di Tokyo, 10 di daerah sekitar Tokyo, dan 17 masjid yang tersebar di kota-kota seantero Jepang. Tapi jangan dibayangkan bahwa masjid-masjid tersebut seperti masjid di Indonesia, bangunan luas dan kubah megah, mesjid di Jepang ada yang berupa apartemen yang disewa oleh komunitas muslim. Berbeda dengan di Indonesia, masjid-masjid di Jepang dinamai sesuai dengan nama kota. Misalnya Masjid Honjin di Nagoya yang terletak di wilayah Honjin, masjid Kobe di kota Kobe, atau masjid Osaka di Osaka. 

Umumnya, masjid-masjid ini banyak dikunjungi oleh orang Jepang, bukan sebagai tempat ibadah, namun sebagai tempat wisata. Hal ini disebabkan desain sebagian masjid yang memiliki nilai arsitektur lebih. Tak berbeda seperti ketika orang Jepang mengunjungi katedral atau kuil. 

Penerimaan 

Menujadi seorang Muslim di Jepang gampang-gampang susah. Mudah karena masyarakat Jepang yang toleran, sulit karena budaya kerja orang Jepang yang sering menghambat untuk menjalankan ibadah.



Pada saat bulan Ramadhan, Di Jepang yang mayoritas bukan Muslim, akan lebih sulit dalam melaksanakan puasa, karena tidak ada toleransi kerja saat bulan Ramadhan. Kedai-kedai makanan tetap buka pada siang hari, dan panas terik yang menyengat terutama saat musim panas, membuat berpuasa di Jepang semakin berat. Dan, televisi di Jepang tidak menayangkan azan Maghrib, sehingga orang Islam harus lebih proaktif untuk mencari waktu berbuka puasa yang pas. 

Melaksanakan salat pun lebih sulit. Kebijakan istirahat kantor di Jepang yang hanya dilakukan pada jam 12 siang, menyebabkan banyak orang Islam yang harus menjama’ salat Dzuhur dan Ashar mereka. Bahkan, banyak pula yang jarang bahkan tidak pernah melaksanakan salat Jumat, akibat masjid yang jauh dari lokasi kantor tempat mereka bekerja. 

Di mal dan tempat publik seperti stasiun KRL, seorang Muslim terpaksa harus salat di WC akibat tidak disediakannya mushalla atau masjid. Walau hal ini tidak sepenuhnya menjijikan, karena umumnya WC di Jepang termasuk bersih.

ISLAM DI SPANYOL

                 Spanyol adalah sebuah negara yang pernah ditaklukkan oleh Islam untuk mengembangkan agama Islam di negeri tersebut. Ketika Islam masuk ke negeri Spanyol, negeri ini banyak mengalami perkembangan peradaban yang pesat baik dari kebudayaan maupun pendidikan Islam, karena Spanyol didukung oleh negerinya yang subur dengan penghasilan ekonomi yang cukup tinggi sehingga menghasilkan para pemikir hebat. Spanyol mengalami perkembangan pesat dalam kebudayaan dan pendidikan Islam yang dimulai dengan mempelajari ilmu agama dan sastra, kemudian meningkat dengan mempelajari ilmu-ilmu akal. Karena dalam waktu relatif singkat Cardova dapat menyaingi Baghdad dalam bidang ilmu pengetahuan dan kesusastraan. Karena itu kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan.

Pada periode klasik paruh pertama - masa kemajuan – (650-1000M), wilayah kekuasaan Islam meluas melalui Afrika Utara (Aljazair dan Maroko) sampai ke Spanyol di Barat. Spanyol adalah nama baru bagi Andalusia zaman dahulu. Nama Andalusia berasal dari suku yang menaklukkan Eropa Barat di masa lalu sebelum bangsa Goth dan Arab (Islam).
Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715M), salah seorang Khalifah dari Dinasti Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Ada tiga nama yang sering disebut berjasa dalam penaklukan Spanyol, yaitu Musa bin Nushair, Tharif bin Malik dan Thariq bin Ziyad. Dari ketiga nama tersebut, nama terakhirlah yang sering disebut paling terkenal, karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian suku Barbar (muslim dari Afrika Utara) yang didukung Musa bin Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Al-Walid. Pasukannya yang berjumlah 7000 orang menyeberang selat di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.Tentara Spanyol di bawah pimpinan Raja Roderick dapat ditaklukkan. Cordova jatuh pada tahun 711 M. dari sana, wilayah-wilayah Spanyol, seperti Toledo, Sevilla, Malaga, dan Granada dapat dikuasai dengan mudah.
Sukses Thariq bin Ziyad di masa Al-Walid (Daulat Umayyah-Damaskus) diikuti oleh Abd Al-Rahman Al-Dakhil (penguasa pertama Daulat Umayyah-Spanyol), yang berusaha menata sistem pemerintahan. Ia melihat masyarakat Spanyol adalah masyarakat heterogen, baik berdasarkan strata sosial, suku, ras, maupun agama. Dia memiliki tentara yang terorganisir dengan baik yang jumlahnya tidak kurang dari 40.000 tentara bayaran Barbar dan juga membangun angkatan laut yang kuat. Gebrakan lain yang dilakukannya adalah mendirikan mesjid agung Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar di Spanyol.
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad XII. Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M selama pemerintahan penguasaan Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman (832-886 M).
Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan dan sejarah peradaban Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol terbagi pada dua bagian atau tingkatan, yaitu:
1.      Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran-pelajaran yang meliputi fiqih, bahasa dan sastra serta musik dan kesenian.
a.       Fiqih
Dalam bidang fiqih, karena Spanyol Islam menganut mazhab Maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi fiqih dari mazhab imam Maliki. Para ulama yang memperkenalkan mazhab ini antara lain Ziyad ibn Abd Al-Rahman, perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya diantaranya Abu Bakr ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.
Para siswa di kuttab-kuttab tersebut mendapatkan materi fiqih cukup lengkap dan komprehensif dari ulama-ulama tersebut yang kompeten pada disiplin ilmunya.
b.      Bahasa dan Sastra
Karena bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dan bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Bahasa Arab ini diajarkan kepada murid-murid dan para pelajar, baik yang Islam maupun non Islam. Dan hal ini dapat diterima oleh masyarakat, bahkan mereka rela menomorduakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, sehingga mereka terampil dalam berbicara maupun dalam tata bahasa. Di antara ahli bahasa tersebut yang termasyhur ialah Ibnu Malik pengarang kitabalfiyah, Ibn Sayyidin, Ibnu Khuruf, Ibn al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Garnathi.
c.       Musik dan Kesenian
Sya’ir merupakan ekspresi utama dari peradaban Spanyol. Pada dasarnya sya’ir Spanyol didasarkan pada model-model sya’ir Arab membangkitkan sintimen prajurit dan interes faksional para penakluk Arab. Dalam bidang musik dan seni, Spanyol Islam memiliki tokoh seniman yang sangat terkenal, yaitu al-Hasan ibn Nafi dikenal dengan julukanZiryab (789-857). Setiap kali ada pertemuan dan perjamuan di Cardova, Ziryab selalumempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai penggubah lagu, ilmu yang dimilikinya itu diajarkan kepada anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan dan juga kepada budak-budak sehingga kemasyhurannya tersebar luas.
2.      Pendidikan Tinggi
Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan, antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketigabelas. Melalui usaha yang mereka lakukan, ilmu pengetahuan kuno dan ilmu pengetahuan Islam dapat ditranmisikan ke Eropa. Bani Umayyah yang berada di bawah kekuasaan al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan kepada para sarjana. Ia telah membangun Universitas Cardova berdampingan dengan mesjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal diantara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya di dunia. Universitas ini menandingi dua universitas lainnya, yaitu Al-Azhar di Cairo dan Nizamiyah di Baghdad, dan telah menarik perhatian para pelajar tidak hanya dari Spanyol, tetapi juga dari tempat lain seperti dari negara-negara Eropa, Afrika dan Asia.
 Di antara para ulama yang bertugas di Universitas Cardova adalah Ibnu Quthaibah yang dikenal sebagai ahli tata bahasa dan Abu Ali Qali yang dikenal sebagai pakar filologi. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar empat juta buku. Universitas ini mencakup jurusan yang meliputi astronomi, matematika, kedokteran, teologi dan hukum. Jumlah muridnya mencapai seribu orang. Selain itu juga di Spanyol terdapat Universitas Sevilla, Malaga, dan Granada. Mata kuliah yang diberikan di universitas-universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi. Sebagai prasasti pada pintu gerbang universitas yang disebutkan terakhir ditulis sebagai berikut: Dunia ini ditopang oleh empat hal, yaitu pengajaran tentang kebijaksanaan, keadilan dari penguasa, ibadah dari orang-orang yang saleh dan keberanian yang pantang menyerah.
a.       Filsafat
Atas inisiatif Al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cardova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin Dinasti Bani Umayyah di Spanyol ini merupakan persiapan untuk melahirkan filosof-filosof besar pada masa sesudahnya. Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Dilahirkan di Zaragoza, ia pindah ke Sevilla dan Granada. Meninggal karena keracunan di Fez tahun 1138 M dalam usia muda. Seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina di Timur, masalah yang dikemukakannya bersifat etis dan eskatologis. Magnum opusnya adalah Tadbir al-Mutawabbid.
Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asy, sebuah dusun kecil di sebelah Timur Granada dan wafat pada usia lanjut pada tahun 1185 M. ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan.
Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristotelis yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Ibnu Rusyd dari Cordova, ia lahir tahun 1126 M dan wafatnya tahun 1198 M. ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristotelis dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah klasik tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli fiqih dengan karyanya yang termasyhur Bidayah al-Mujtahid.
b.      Sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Farnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia adalah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu.Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan beberapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Akhmad ibn Ibas dari Cardova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umm al-Hasan ibn Abi Ja’far dan saudara perempuannya al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.
Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim di Mediterania dan Sicilia. Dan Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. Ibn al-Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibnu Khaldun dari Tunis adalah perumus filsafat sejarah. Itulah sebagian nama-nama besar dalam bidang sains.

Indonesia Sebagai Pusat Halal Dunia


Memasuki usia ke-22 banyak hal yang sudah dilakukan oleh LPPOM MUI sehubungan dengan melindungi hak konsumen muslim. Mulai dari sosialiasai halal, penerapan sistem jaminan halal, meningkatkan kinerja, serta mewujudkan mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Setelah melakukan penyerahan sertifikat Sistem Jaminan Halal pertama kepada PT. Ajinomoto Indonesia dan PT. Ajinex Internasional untuk kategori perusahaan MSG. Ketua MUI dan Direktur LPPOM MUI menggelar sebuah konfrensi perss kemarin siang (06/12) di markas MUI, Jl. Proklamasi.
"Kami sangat senang telah memasuki usia ke-22. Sepanjang tahun 2010 beberapa poin penting telah berhasil kami hasilkan, seperti keberhasilan LPPOM MUI dalam mengeluarkan fatwa vaksin miningitis dan juga keberhasilan standarisasi halal MUI menjadi rujukan standarisasi Internasional. Dan baru-baru ini MUI Indonesia juga berhasil terpilih menjadi sekretariat World Halal Council," jelas Lukmanul.
Meskipun begitu memasuki usia yang makin matang LPPOM MUI pun diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang datang, salah satunya adalah dengan adanya era perdagangan bebas. Dimana produk asing akan semakin banyak yang mambanjiri pasar Indonesia, dan tidak semua lebel halal dari luar negeri diakui oleh LPPOM MUI. Menurut Lukmanul, menurut data Badan POM RI jumlah produk yang teregistrasi sebanyak 113.515. Sedangkan yang memiliki sertifikat halal MUI hanya sebanyak 41.695 atau 36,73% saja.
"Menurut survey kami kesadaran konsumen akan produk halal meningkat dari 70% (2009) menjadi 90% (2010). Karena itu pastinya kebutuhan akan produk halal semakin tinggi. Memang sepanjang tahun 2009-2010 terjadi peningkatan sertifikasi produk halal sebanyak 2 kali lipat. Tetapi 50% diantaranya adalah produk Cina alias produk asing, karena itu kami berharap produsen lokal untuk lebih peduli akan hak konsumen muslim," harap Lukmanul.
Tidak hanya itu akhir-akhir ini LPPOM MUI juga gencar menekankan pentingnya sistem jaminan halal kepada perusahaan. Mengingat sertifikasi halal hanya berlaku hingga 2 tahun saja, karena itu sistem jaminan halal sangat diperlukan sebagai komitmen perusahaan dalam terus-menerus menjamin kehalalan produk yang dihasilkannya.
"Sertifikasi halal dan sistem jaminan halal ini sangat penting. Tak lain adalah untuk melindungi hak konsumen muslim terutama jika nanti sudah memasuki perdagangan bebas. Jadi perdagangan bebas (Free Trade) dapat diarahkan menjadi Fair Trade (perdagangan berkeadilan), dalam hal ini adil melindungi hak konsumen muslim," jelas Lukmanul panjang lebar.
Keinginan LPPOM MUI untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia pun ikut disampaikan oleh KH Hamidan. "Seperti yang kita tahu penduduk Indonesia memiliki jumlah populasi muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menjadi 'Pusat Halal Dunia'. Untuk itu memang tidak mudah karena kami memerlukan dukungan semua pihak termasuk masyarakat dan juga pemerintah," tutup Hamidan. (my/dtk)