Bagikian Artikel ini

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

Ditemukan Senyawa Alami Pemusnah HIV

Peneliti menemukan adanya pengobatan penyakit mematikan sepertiHuman immunodeficiency virus (HIV). Sebuah senyawa alami dalam minyak kelapa yang dikemas dalam gel khusus dapat menghancurkan bakteri dan virus menular seksual termasuk virus HIV.

Melalui percobaan laboratorium, ilmuwan Islandia menemukan, monocaprin, sejenis lemak sederhana yang dilarutkan dalam gel dapat membunuh virus herpes dan chlamydia, dan bakteri yang terkait dengan infertilitas lainnya.

"Senyawa berpotensi digunakan untuk pencegahan atau sebagai pengobatan pada infeksi virus dan bakteri tertentu," ujar Dr Halldor Thormar kepada Reuters.

Para ahli virus dari Institut Biologi Universitas Islandia di Reykjavik menekankan, uji baru dilakukan secara terbatas di laboratorium. Efek monocaprin terhadap hewan dan manusia belum diketahui.

Ilmuwan menyatakan, karena merupakan lemak alami yang ditemukan pada bahan makanan dan ASI, diperkirakan tidak akan menyebabkan efek samping serius. "Ini sesuatu yang dikenal tubuh, juga bisa digunakan sebagai gel kontrasepsi," tambah Thormar.

Senyawa lain yang terbukti membunuh virus dan bakteri menular, pada penelitian hewan menunjukkan seringkali menjadi racun bagi tubuh.

Selama studi, Thormar dan apoteker Thordis Kristmundsdottir menguji monocaprin yang dilarutkan dalam hidrogel, gel yang larut air dan dicampur dengan air mani manusia yang mengandung bakteri dan virus.

Dalam artikel yang dimuat dalam jurnal Sexually Transmitted Infections, peneliti mengatakan gel menghancurkan virus HIVherpes, dan bakteri penyebab gonorrhea dalam waktu satu menit. Senyawa yang sama menghancurkan virus chlamydia dalam waktu lima menit.

Thormar dan rekan-rekannya berencana melakukan studi terhadap hewan untuk menguji efektivitas hidrogel pada virus herpes dan chlamydia. 


Sabtu, 31 Maret 2012

Teknologi Google Ocean, Peta Kehidupan dalam Laut


Para pecinta olahraga selam dunia pastinya sudah akrab dengan nama Great Barrier Reef. Spot diving tersebut terdaftar sebagai situs warisan dunia dari UNESCO. Sebagai tempat yang memiliki kumpulan terumbu karang terbesar di dunia. Great Barrier Reef berada di laut Koral, Queensland, Australia. Great Barrier Reed atau juga disebut Karang Penghalang Besar disebut sebagai organisme tunggal terbesar di dunia. Hal tersebut dikarenakan karang-karang tersebut terbentuk dari berjuta organisme kecil. Tak ayal berkat kekayaan biota lautnya, Great Barrier Reen banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dunia.
Saat ini, bagi Anda yang ingin menyelami keindahan bawah laut Great Barrier Reef ini, Anda dapat menikmatinya secara virtual melalui dunia maya. Google telah merilis sebuah proyek bernama Google Ocean dimana para pengguna internet dapat menyelami secara virtual spot-spot diving bawah laut Barrier Reef. Diving memang salah satu olahraga yang memerlukan keahli khusus agar dapat melakukannya. Selama ini hanya segelintir wisatawan, penggiat konservasi bawah laut, dan peneliti saja yang dapat menyelami tempat tersebut. Namun, kehadiran Google Ocean dapat membantu Anda yang ingin mengetahui bagaimana rupa situs warisan dunia tersebut.
Google Ocean dapat Anda akses melalui internet. Situs ini dapat dilihat dalam 360 derajat. Dengan kualitas gambar yang telah tersebar di berbagai titik Great Barrier Reef ini, Google Ocean mencakup gambar-gambar karang, koral, dan ekosistem lainnya. Google sebagai pengembang situs ini berencana memberikan layanan yang dapat Anda akses melalui Google Earth, YouTube, Panoramio, ataupun Google Maps. Namun, hal tersebut masih dalam perencaan proyek yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi asal Inggris, Catlin. Rencananya, ekspedisi Google Ocean ini baru akan dimulai pada bulan September 2012.
Kemampuan Google Ocean menangkap gambar dengan sudut 360 derajat diambil dari beberapa kamera roboti yang tersebar di beberapa spot Great Barrier Reef. Kamera-kamera tersebutlah yang dapat menghasilkan gabungan gambar berkualitas. Tetapi, Anda tidak perlu kecewa karena harus menunggu hingga bulan September. Para peneliti proyek Google Ocean di Great Barrier Reef ini telah melakukan percobaan selama enam hari yang dapat Anda nikmati. Selain mendapatkan gambaran visual keindahan bawah laut tersebut, para peneliti pun ternyata menemukan beberapa spesies hewan dan koral baru.
Dengan adanya proyek Google Ocean ini, jutaan pengguna internet dapat menyaksikan keindahan bawah laut Great Barrier Reef ini. Sementara, masyarakat pun diharapkan dapat memberikan dukungan lebih terhadap perubahan iklim dan keselamatan ekosistem bawah laut. Bagi Anda yang ingin mengintip proyek percobaan Google Ocean di Great Barrier Reef, Anda dapat mencobanya di sini